fbpx
apa itu generasi sandwich

Apa Itu Generasi Sandwich? Apa Kamu Salah Satunya?

 

Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sebenarnya berada disituasi yang disebut dengan generasi sandwich. Apa itu generasi sandwich?

Apakah kamu seseorang yang harus mengurus orang tua serta anak-anak? Kamu tentunya memiliki tanggung jawab yang sama seperti yang orang tua lakukan saat kamu masih kecil. Kamu juga memiliki tanggung jawab emosional dan keuangan terhadap orang tua dan anak-anak. Dengan begitu kamu bisa disebut sebagai generasi sandwich. Apa itu generasi sandwich? Sekarang waktunya kamu memahami apa itu generasi sandwich.

Apa itu generasi sandwich?

Generasi sandwich merupakan suatu istilah yang menggambarkan posisi finansial seseorang yang terhimpit di antara kewajiban untuk merawat orang tua dan mengurusi anak. Mereka yang membutuhkan dukungan keuangan, fisik, dan emosional dari kamu. Dengan keadaan tersebut maka kamu secara tidak langsung telah mengurus dua generasi sebelum dan sesudah kamu.

Baca juga: 10 Cara Mengatur Keuangan Agar Tidak Boncos Setiap Bulannya

Cukup banyak dampak yang ditimbulkan dari seseorang yang terjebak dalam generasi sandwich. Seperti stres finansial, kelelahan, depresi, dan penyakit psikologis lainnya. Sebab jika kamu mendapat masalah finansial tentunya akan berdampak negatif pada masalah emosional.

Jenis-jenis generasi sandwich

Berikut adalah tiga jenis generasi sandwich.

  • The Traditional Sandwich Generation; yaitu seseorang yang berusia 40-50 tahun, terhimpit untuk mengurusi orang berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan bantuan finansial.
  • The Club Sandwich Generation; yaitu orang seseorang yang berusia 30-60 tahun, terhimpit antara orangtua dan anak, serta cucu (jika sudah punya) atau nenek/kakek.
  • The Open Faced Sandwich Generation; yaitu siapa pun (yang tidak profesional) yang terlibat dalam perawatan lansia. 

Masalah yang dihadapi oleh generasi sandwich

Mengurus orang tua dan anak-anak tentu saja merupakan hal terpuji. Namun hal tersebut bukan pekerjaan yang mudah dan membutuhkan energi yang lebih. Terlepas dari itu masih banyak masalah yang akan dihadapi bagi generasi sandwich.

#1 Stres

Salah satu masalah paling umum yang dihadapi oleh seseorang dari generasi sandwich adalah peningkatan penyakit stres. Misalkan ketika seseorang dilanda perasaan bahwa mereka tidak dapat mencapai atau memiliki cukup waktu untuk melakukan tanggung jawab yang terus menerus. Hal itu bisa menyebabkan stres dan kecemasan yang berkepanjangan.

Baca juga: 7 Meme Gajian. Mana yang Relate Banget Sama Kamu?

#2 Masalah Keuangan

Aspek lain yang mengganggu generasi sandwich adalah menangani masalah keuangan. Mereka diharuskan untuk menginvestasikan lebih banyak uang dalam memenuhi kebutuhan orang tua dan anak-anak. Sementara jumlah uang menjadi terbatas dan lebih sedikit untuk berinvestasi dalam pekerjaan atau diri sendiri. Beberapa orang juga dapat mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab mereka, yang dapat berdampak buruk pada keuangan.

#3 Depresi

Berada dalam tekanan untuk mengurus pekerjaan rumah, mengelola keuangan, dan berbagai aspek lainnya bisa jadi sesuatu yang berlebihan bagi para pengasuh. Tekanan yang berlebihan akan berdampak pada kesehatan dan emosional. Pengasuh bisa menjadi stress. Mereka yang tidak mampu mengelola stres sering tergelincir ke dalam depresi dan kondisi semacam lainnya.

Cara Manajemen Stres

Stres yang didapat oleh generasi sandwich atas apa yang dilakukan untuk mengurus dua generasi sulit dihindari. Namun, bukan berarti stres tidak bisa dikelola bahkan dihilangkan dari generasi sandwich. Berikut beberapa langkah untuk mengatur stres untuk generasi sandwich.

#1 Bagikan Beban

Ketika kamu mengurus orang tua dan anak-anak, tentu akan banyak beban kerja yang dilakukan. Namun bukan berarti semua beban harus dikerjakan sendirian. Kamu dapat membagi beban kepada anak yang sudah mulai dewasa atau anda juga dapat meminta saudara-saudara untuk membantu  membawa orang tua untuk janji dokter.

#2 Sewa Asisten Rumah Tangga

Ketika ada lebih banyak orang untuk diurus itu berarti ada lebih banyak tanggung jawab untuk bahu membahu. Kamu selalu dapat menyewa bantuan untuk melakukan beberapa tugas. Misalnya, jika sedang merawat orang sakit dalam keluarga, kamu dapat menyewa pengasuh untuk membawa anak bermain atau kamu cukup menyewa pembantu rumah tangga untuk mengatur pakaian dan membersihkan rumah. 

Baca juga: Tips yang Mau Punya Penghasilan Tambahan. Simak Caranya di Sini!

#3 Memprioritaskan Tugas

Penting bagi generasi sandwich untuk memprioritaskan tugas. Kamu bukan manusia super yang bisa melakukan semuanya sekaligus. Jadi buatlah daftar hal-hal yang perlu dilakukan sesuai tingkatan prioritas. Kerjakan hal-hal prioritas terlebih dahulu kemudian tinggalkan sisanya untuk hari lain. Cobalah mencari cara dan cara untuk meminimalkan pekerjaan sehari-hari kamu.

#4 Jaga Diri Kamu

Dalam proses mengurus orang lain, kamu jangan lupa untuk mengurus diri sendiri. Menjaga orang-orang yang penting dalam hidup kamu tetapi jangan lupa tentang kesejahteraan sendiri. Carilah waktu untuk berolahraga, pergi keluar dengan teman-teman, mendapatkan tidur yang cukup, dan kegiatan hari-hari lainnya. Ketika kamu mampu mengurus kesejahteraan fisik dan mental, kamu akan lebih siap untuk merawat orang lain.

 

Sumber: Parenting, Koinworks

Simak juga:

5 Tips Mengelola Keuangan untuk Perempuan. Sudah Tahu?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *