fbpx
mengelola keuangan

5 Tips Mengelola Keuangan untuk Perempuan. Sudah Tahu?

Perempuan masa kini harus mandiri secara finansial. Berikut tips mengelola keuangan perempuan. Bagaimana caranya?

Apakah kamu tahu, perempuan terkadang lebih dirugikan daripada pria dalam hal keuangan, dan ada buktinya dalam data. Dilansir dari CNBC, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, perempuan menerima gaji 23 persen lebih rendah daripada laki-laki. Tak hanya berpenghasilan lebih rendah daripada pria, tetapi perempuan juga menabung lebih sedikit, hidup lebih lama, dan memiliki lebih banyak biaya perawatan kesehatan jangka panjang dan keseluruhan, di atas biaya hidup yang sama dengan pria.

Baca juga: Pemberdayaan Perempuan dalam Dunia Kerja, Bagaimana Kabarnya Kini?

Meskipun tantangan ini dapat menghasilkan konsekuensi negatif secara finansial seperti peningkatan beban hutang atau simpanan pensiun yang minimal, tetapi ada banyak cara mengelola keuangan perempuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesejahteraan finansial mereka, yang pada akhirnya membangun masa depan yang stabil secara finansial. Jadi, seperti apa cara mengelola keuangan perempuan?

Tips mengelola keuangan perempuan

Berikut adalah tips mengelola keuangan yang baik dan mudah yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

#1 Mengedukasi diri

Sebelum membangun strategi untuk pondasi finansial, luangkan waktu kamu untuk mempelajari cara mengelola keuangan perempuan dan investasi. Kamu bisa mulai dengan membaca buku, artikel, mengikuti media sosial yang relevan seperti para financial planner terpercaya yang seringkali membagikan ilmu gratis. Jika ingin lebih mendalami lagi dan bingung karena banyaknya arus informasi, kamu bisa meminta bantuan professional untuk meningkatkan kesehatan finansial kamu.

#2 Tetapkan tujuan finansial

Ketika kamu menetapkan tujuan untuk setiap area keuangan kamu, kamu memberi target konkret untuk dikerjakan. Latihan ini juga memberi kamu titik awal, dan kamu dapat menyempurnakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan kamu.

Saat menetapkan tujuan mengelola keuangan, pikirkan tentang apa yang paling kamu perlukan, dan kemudian tetapkan target realistis yang akan memotivasi kamu untuk terus maju jika jalannya agak berbatu.

Penting untuk memiliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Sasaran jangka pendek adalah sasaran yang dapat kamu capai dalam satu tahun dan itu memberi kamu kemenangan kecil yang mendorong kamu untuk maju, seperti perabot baru atau liburan akhir pekan. Sedangkan, sasaran jangka panjang, seperti menabung untuk masa pensiun atau membangun dana kuliah anak, membutuhkan lebih banyak upaya, dan dapat memakan waktu beberapa tahun untuk mencapainya.

#3 Buat Anggaran

Buat anggaran dan disiplin untuk mengelola keuangan. Langkah pertama adalah mengumpulkan semua tagihan kamu dan membayar potongan, lalu tuliskan pendapatan bulanan dan pengeluaran kamu. Bagi pengeluaran kamu menjadi “kebutuhan” seperti perumahan dan makanan, dan “keinginan” seperti layanan streaming dan makan di luar. Selanjutnya, kurangi pengeluaran kamu dari berapa banyak yang kamu hasilkan. Jika kamu tidak memiliki apa pun yang tersisa, atau kamu tidak memiliki cukup untuk tujuan menabung, lihat apakah kamu dapat mengurangi beberapa pengeluaran atau mencari cara untuk meningkatkan penghasilan.

#4 Mengumpulkan dana darurat

Dana darurat adalah bagian yang penting dilakukan untuk mengelola keuangan yang sehat. Dana darurat sangat penting ketika ada kejadian tidak diinginkan, seperti kehilangan pekerjaan atau kondisi medis darurat.

Jika kamu belum memiliki cukup simpanan untuk dana darurat, kamu harus mulai mengambil langkah untuk membangun atau mengembangkan dana darurat. Aturan praktis yang baik adalah menghemat biaya hidup selama tiga hingga enam bulan. Setiap kali kamu mendapatkan gaji, jadikanlah sebagai prioritas untuk menyisihkan terlebih dahulu untuk dana darurat.

#5 Hindari utang konsumtif

Utang seperti KPR untuk mencicil rumah tidak apa-apa jika masih sesuai anggaradan kamu, dan utang seperti ini dianggap “utang baik” karena bisa merupakan investasi.

Hindari utang konsumtif seperti utang kartu kredit karena bunganya yang tinggi. Kartu kredit memang bisa menjadi cara yang mudah dan aman untuk melakukan pembayaran. Tapi, sebaiknya kamu melakukan pembayaran penuh setiap bulannya. Cara terbaik untuk menghindari utang adalah membuat anggaran dan disiplin terhadap anggaran tersebut.

Simak juga: Pemberdayaan Perempuan dalam Dunia Kerja, Bagaimana Kabarnya Kini?

Sumber: The Balance

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *