Blog

7 Strategi Mengelola Cashflow Perusahaan Jelang Pembayaran THR Agar Bisnis Tetap Stabil

cashflow perusahaan jelang thr

Menjelang Ramadan dan Lebaran, tekanan terhadap cashflow perusahaan hampir selalu meningkat.

Kebutuhan dana untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), gaji bulanan, serta biaya operasional tambahan sering membuat arus kas berada di titik paling sensitif dalam setahun.

Tanpa pengelolaan cashflow yang tepat, kondisi ini berisiko memicu keterlambatan pembayaran hak karyawan, mengganggu operasional bisnis, dan pada akhirnya menurunkan kepercayaan karyawan maupun mitra usaha.

Agar perusahaan tetap sehat secara finansial dan mampu membayarkan THR tepat waktu, berikut strategi pengelolaan cashflow yang bisa diterapkan menjelang periode Lebaran.

Mengapa Cashflow Perusahaan Jelang THR Perlu Dikelola dengan Serius?

cashflow perusahaan jelang thr

Sebelum membahas strategi pengelolaan, penting untuk memahami mengapa periode jelang pembayaran THR menjadi salah satu fase paling krusial bagi cash flow perusahaan.

Meburut laman Linkz, terdapat beberapa faktor utama yang kerap menekan arus kas perusahaan pada periode ini:

1. Kewajiban pembayaran THR setara satu kali gaji penuh

Pembayaran THR bersifat wajib dan harus dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Bagi perusahaan dengan jumlah karyawan besar, kebutuhan dana ini dapat menyerap porsi kas yang signifikan sekaligus.

2. Biaya operasional tetap berjalan seperti biasa

Meski ada tambahan kewajiban THR, perusahaan tetap harus menanggung biaya operasional rutin seperti gaji bulanan, sewa, utilitas, dan kebutuhan operasional lainnya tanpa penyesuaian.

3. Peningkatan aktivitas bisnis musiman

Menjelang Ramadan dan Lebaran, beberapa sektor justru mengalami lonjakan aktivitas. Hal ini sering diikuti oleh kebutuhan modal kerja tambahan, mulai dari produksi, distribusi, hingga biaya lembur.

4. Piutang klien yang belum cair tepat waktu

Tidak semua klien membayar tepat sesuai jatuh tempo. Ketika piutang tertahan, sementara kewajiban pembayaran harus segera dipenuhi, tekanan terhadap cash flow menjadi semakin besar.

Tanpa persiapan sejak dini, kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan defisit kas dalam waktu singkat dan mengganggu stabilitas operasional perusahaan.

Sebelum masuk ke strategi pengelolaannya, penting untuk memahami mengapa periode jelang THR menjadi momen krusial bagi arus kas perusahaan.

  • Kewajiban pembayaran THR yang nilainya setara satu kali gaji penuh.
  • Pengeluaran operasional yang tetap berjalan normal.
  • Permintaan kenaikan aktivitas bisnis musiman.
  • Piutang klien yang belum cair tepat waktu.

Jika tidak dipersiapkan sejak awal, perusahaan bisa mengalami defisit kas dalam waktu singkat.

7 Strategi Kelola Cashflow Perusahaan Jelang THR

Tanpa perencanaan yang matang, tekanan cashflow menjelang THR dapat berkembang dengan cepat. Kekurangan kas yang awalnya terlihat kecil bisa berdampak berantai, mulai dari penundaan pembayaran THR, penggunaan dana darurat yang tidak terencana, hingga terganggunya operasional bisnis harian.

Dalam situasi seperti ini, perusahaan sering terpaksa mengambil keputusan reaktif, seperti menunda pembayaran ke vendor, mengorbankan anggaran operasional lain, atau mencari pendanaan jangka pendek tanpa perhitungan yang optimal.

Agar hal tersebut dapat dihindari, perusahaan perlu menyiapkan strategi pengelolaan cashflow secara terstruktur dan sejak awal. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga arus kas tetap terkendali menjelang periode pembayaran THR.

1. Buat proyeksi cash flow perusahaan jelang THR secara detail

Langkah pertama dalam menjaga cash flow perusahaan jelang THR tetap stabil adalah membuat proyeksi arus kas secara akurat dan realistis.

Beberapa komponen yang wajib dimasukkan dalam perhitungan:

  • Estimasi total kebutuhan THR: Hitung kewajiban THR seluruh karyawan sesuai regulasi ketenagakerjaan.
  • Prediksi pemasukan perusahaan: Masukkan estimasi pendapatan dari penjualan, kontrak klien, dan recurring revenue.
  • Pengeluaran operasional rutin: Seperti sewa kantor, listrik, vendor, logistik, dan biaya marketing.

Dengan proyeksi ini, manajemen bisa mengetahui potensi gap kas lebih awal dan menyiapkan solusi sebelum masalah terjadi.

2. Optimalkan percepatan piutang untuk menjaga cash flow

Cara efektif lainnya untuk menjaga manajemen cash flow perusahaan yaitu dengan mempercepat arus masuk dana dari klien.

Strategi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Mengirim invoice lebih awal dari jadwal.
  • Memberikan diskon pembayaran cepat (early payment incentive).
  • Mengingatkan klien secara rutin melalui email atau sistem billing otomatis.
  • Menyesuaikan termin pembayaran untuk klien strategis.

Semakin cepat piutang cair, semakin besar ruang keuangan perusahaan untuk menutup kebutuhan THR.

3. Lakukan audit dan efisiensi pengeluaran

Menjelang periode THR, perusahaan sebaiknya melakukan evaluasi pengeluaran agar cash flow tetap sehat.

Fokuskan anggaran pada kebutuhan prioritas, seperti gaji dan THR karyawan, operasional inti bisnis, dan vendor yang berdampak langsung ke produksi atau layanan

Sementara itu, pengeluaran non-esensial seperti event internal besar, pembelian aset yang belum mendesak, atau campaign non-prioritas bisa ditunda sementara.

Langkah ini membantu menjaga cash flow perusahaan jelang THR tetap terkendali tanpa mengganggu aktivitas utama bisnis.

4. Atur jadwal pembayaran vendor dan kewajiban lain

Selain gaji dan THR, perusahaan juga memiliki kewajiban lain seperti pembayaran vendor, pajak, dan cicilan operasional.

Strategi yang bisa dilakukan yaitu negosiasi ulang tempo pembayaran vendor, mengatur ulang jadwal pembayaran agar tidak bertabrakan dengan periode THR, hingga memprioritaskan vendor strategis yang mendukung operasional inti

Dengan pengaturan jadwal yang tepat, tekanan terhadap cash flow bisa lebih seimbang.

5. Siapkan dana cadangan khusus periode musiman

Periode THR terjadi setiap tahun dan sifatnya bisa diprediksi.

Oleh karena itu, perusahaan idealnya membangun dana cadangan khusus untuk kebutuhan musiman.

Beberapa cara membentuk dana cadangan yaitu menyisihkan sebagian laba bulanan, membuat pos anggaran khusus THR, dan menetapkan target tabungan perusahaan sejak awal tahun.

Strategi ini membuat perusahaan tidak terlalu bergantung pada dana darurat di saat mendekati Lebaran.

6. Gunakan Dana Talangan Gaji atau Payroll Financing sebagai solusi cash flow

Ketika arus kas perusahaan belum cukup kuat untuk menutup kewajiban THR dalam waktu bersamaan, Dana Talangan Gaji atau Payroll Financing dapat menjadi solusi yang relevan.

Payroll Financing memungkinkan perusahaan memperoleh pendanaan khusus untuk kebutuhan payroll, termasuk pembayaran THR, tanpa mengganggu alokasi dana operasional lainnya.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan perusahaan antara lain:

  • Pembayaran gaji dan THR tetap tepat waktu
    Perusahaan dapat memenuhi kewajiban kepada karyawan tanpa menunggu pencairan piutang atau pemasukan berikutnya.
  • Stabilitas operasional tetap terjaga
    Aktivitas bisnis dapat berjalan normal tanpa perlu mengorbankan kebutuhan operasional lain.
  • Risiko keterlambatan pembayaran dapat dihindari
    Mengurangi potensi keluhan karyawan dan dampak administratif di kemudian hari.
  • Reputasi perusahaan sebagai employer tetap terjaga
    Konsistensi pembayaran berperan besar dalam membangun kepercayaan karyawan.
  • Tekanan cashflow jangka pendek dapat dikendalikan
    Perusahaan memiliki ruang waktu untuk menyeimbangkan kembali arus kas.

Solusi ini sangat relevan bagi perusahaan dengan siklus pembayaran klien yang panjang, namun tetap harus memenuhi kewajiban payroll secara rutin dan tepat waktu.

Jika arus kas belum cukup kuat untuk menutup kewajiban THR, atau Payroll Financing menjadi solusi yang semakin banyak digunakan perusahaan modern.

Kelola Cashflow Perusahaan Jelang THR dengan Payroll Financing dari GajiGesa

Dana Talangan Gaji (Payroll Financing) dari GajiGesa membantu perusahaan membayarkan gaji dan THR tepat waktu tanpa mengganggu stabilitas cash flow.

Solusi ini dirancang untuk mendukung kelangsungan operasional bisnis sekaligus menjaga kepercayaan karyawan di periode krusial menjelang Lebaran.

7. Jaga komunikasi transparan dengan tim internal

Selain strategi finansial, faktor komunikasi juga sangat penting.

Manajemen sebaiknya mengkomunikasikan kondisi bisnis secara profesional, menyampaikan rencana pembayaran THR dengan jelas, dan memberikan kepastian kepada karyawan.

Transparansi membantu menjaga kepercayaan tim dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih stabil.

Hubungi Kami