Blog

Aturan Cuti Bersama: Panduan Lengkap untuk Karyawan dan Perusahaan

aturan cuti bersama

Aturan cuti bersama merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang ditetapkan sebagai tambahan waktu libur kepada para pekerja. 

Kebijakan ini biasanya dikaitkan dengan hari libur nasional, dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi domestik. 

Cuti bersama sendiri menjadi bagian penting dalam kalender kerja tahunan yang harus diperhatikan oleh perusahaan dan karyawan agar perencanaan kerja tetap berjalan efektif.

Nah, setiap tahunnya pemerintah Indonesia melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) menetapkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama. 

Kebijakan ini memiliki dampak signifikan terhadap sektor publik dan swasta, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia

Dalam artikel berikut ini, GajiGesa akan mengulas lebih dalam mengenai aturan cuti bersama di Indonesia, secara khusus di tahun 2025. Yuk, simak sampai akhir!

Apa Itu Cuti Bersama?

aturan cuti bersama

Sebelumnya, apa sih cuti bersama itu? Jadi, istilah ini mengacu pada kebijakan pemerintah terkait hari libur tambahan, untuk memperpanjang hari libur nasional tertentu. 

Biasanya, cuti bersama diberikan bersamaan dengan perayaan hari raya besar seperti Idulfitri dan Natal.

Menurut SKB yang dikeluarkan setiap tahunnya, cuti bersama dapat diterapkan pada pegawai negeri sipil (PNS) maupun pekerja swasta. 

Namun, untuk pekerja swasta, implementasi cuti bersama tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing. 

Jika perusahaan memilih untuk mengikuti aturan cuti tersebut, maka karyawan yang mengambil cuti ini biasanya akan mengalami pengurangan pada jatah cuti tahunan mereka.

Aturan Cuti Bersama di Indonesia

aturan cuti bersama

1. Penetapan oleh pemerintah

Pemerintah menetapkan cuti bersama setiap tahun melalui SKB yang ditandatangani oleh tiga kementerian utama. 

Biasanya, cuti bersama diberikan untuk memperpanjang hari libur keagamaan atau hari besar tertentu agar masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga. 

Tahun ini, pemerintah menetapkan total 10 hari cuti bersama yang dikombinasikan dengan 17 hari libur nasional. 

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan antara kehidupan kerja dan waktu pribadi bagi karyawan di berbagai sektor.

2. Berlaku untuk pegawai negeri dan swasta

Pegawai negeri sipil (PNS) dan aparatur sipil negara (ASN) wajib mengikuti aturan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Sementara itu, untuk pekerja swasta, cuti bersama bersifat opsional dan bergantung pada kebijakan internal masing-masing perusahaan. 

Beberapa sektor industri, seperti perbankan, manufaktur, dan layanan kesehatan, sering kali memiliki kebijakan cuti bersama yang berbeda untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan. 

Oleh karena itu, penting bagi karyawan swasta untuk mengecek ketentuan cuti bersama di perusahaan tempat mereka bekerja sebelum merencanakan liburan.

Dari sudut pandang perusahaan, keputusan untuk mengikuti cuti bersama harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti efektivitas operasional, kebutuhan pelanggan, serta kapasitas sumber daya manusia. 

Perusahaan dengan layanan 24 jam, seperti perbankan, rumah sakit, dan sektor transportasi, biasanya menerapkan sistem rotasi agar pelayanan tetap berjalan tanpa gangguan.

3. Dipotong dari jatah cuti tahunan

Bagi pekerja swasta, hari libur cuti bersama biasanya akan mengurangi jatah cuti tahunan mereka sesuai kebijakan perusahaan. 

Jika perusahaan tidak mewajibkan karyawan untuk mengambil cuti bersama, jatah cuti tahunan tetap utuh. 

Beberapa sektor tertentu, seperti layanan publik dan perbankan, sering kali memberikan opsi pengaturan giliran cuti agar operasional tetap berjalan tanpa gangguan. 

Oleh karena itu, pekerja perlu memahami kebijakan perusahaan agar tidak mengalami pengurangan hak cuti tahunan yang tidak terduga.

Bagi perusahaan, kebijakan cuti bersama bisa menjadi alat manajemen sumber daya manusia yang efektif untuk memberikan waktu istirahat bagi karyawan tanpa mengganggu operasional bisnis. 

Namun, perusahaan juga harus memastikan adanya perencanaan yang matang agar tidak terjadi backlog pekerjaan, kendala dalam layanan pelanggan, atau bahkan demotivasi karyawan.

Sebagai solusi, perusahaan perlu memastikan bahwa kompensasi atau benefit yang mereka berikan untuk karyawannya sudah tepat, seperti EWA atau Earned Wage Access GajiGesa.

EWA GajiGesa: Solusi Paling Pas untuk Kesejahteraan Karyawan

Idulfitri layaknya menjadi momen bagi pekerja untuk bersukacita dan berkumpul. Akan tetapi, bila perusahaan aturan pengaturan giliran cuti, karyawan bisa menghadapi tantangan yang tidak terduga.

Misalnya, dengan berkurangnya kuota cuti, beberapa pekerja mungkin terpaksa mengambil cuti tanpa dibayar dan menjadi demotivasi atau bahkan kesulitan menyeimbangkan keuangan mereka selama liburan.

Di saat-saat seperti ini, fleksibilitas finansial adalah kunci kesejahteraan karyawan, dan di sinilah GajiGesa Earned Wage Access (EWA) dapat membantu.

Dengan memungkinkan karyawan untuk bisa mengakses gaji yang mereka peroleh kapan saja, EWA memastikan agar pekerja bisa terus termotivasi dan fokus bekerja di tengah hari raya.

Karyawan pun tak perlu lagi khawatir soal keuangan atau kesejahteraan keluarga mereka ketika diwajibkan bekerja saat Idulfitri.

Menari bukan? Yuk, temukan bagaimana EWA dapat mendukung kesehatan finansial karyawan di Idulfitri ini dengan klik tombol di bawah. Prioritaskan kesejahteraan karyawanmu sekarang juga!

4. Dampak bagi dunia kerja

Cuti bersama dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan memberikan waktu istirahat yang cukup, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas mereka setelah kembali bekerja. 

Selain itu, cuti bersama juga dapat memberikan dampak positif bagi industri pariwisata karena lebih banyak orang yang memiliki kesempatan untuk bepergian. 

Namun, perusahaan harus memastikan adanya perencanaan operasional yang matang agar cuti bersama tidak mengganggu jalannya bisnis. 

Beberapa sektor, terutama layanan publik dan perbankan, biasanya mengatur jadwal kerja yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi cuti bersama tanpa menghentikan layanan kepada masyarakat.

Dari sisi perusahaan, cuti bersama dapat menjadi tantangan karena berpotensi mengurangi hari efektif kerja. 

Oleh karena itu, banyak perusahaan menerapkan strategi mitigasi seperti sistem kerja bergiliran atau mempercepat penyelesaian pekerjaan sebelum periode cuti bersama dimulai.

Dengan adanya pemahaman yang baik tentang aturan cuti bersama, baik dari perspektif karyawan maupun perusahaan, diharapkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan waktu pribadi dapat tercapai dengan lebih baik.

Hubungi Kami