Blog

Kode Etik Perusahaan: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

Tidak hanya SOP, ada juga kode etik perusahaan yang bertujuan sebagai pedoman kerja. Simak selengkapnya di sini.
kode etik perusahaan

Dalam suatu perusahaan, bukan hanya Standar Operasional Prosedur yang dijadikan sebagai pedoman, melainkan juga kode etik perusahaan atau ethic codes.

Pada dasarnya, Standar Operasional Prosedur atau SOP merupakan kumpulan pedoman yang harus ditaati dalam proses produksi barang.

Biasanya, dokumen tersebut hanya berlaku di lingkungan pabrik atau proyek.

Di sisi lain, kode etik adalah sebuah pedoman yang wajib diikuti oleh seluruh anggota organisasi dengan tujuan untuk mendukung jalannya bisnis dengan baik.

Tak hanya itu, ia juga diperlukan supaya atmosfer di lingkungan kerja bisa tetap profesional dan kondusif.

Nah, memangnya, apa yang dimaksud dengan ethic codes perusahaan? Seperti apa langkah-langkah untuk membuat dokumen tersebut? Yuk, simak pemaparan lengkapnya dalam rangkuman di bawah ini!

Pengertian Kode Etik Perusahaan

kode etik perusahaan

Kode etik atau ethic codes perusahaan adalah dokumen yang menjelaskan prinsip serta pedoman yang harus diikuti oleh seluruh karyawan.

Adanya kode etik ini bertujuan untuk menjalankan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan. 

Kode etik biasanya dicantumkan dalam website perusahaan dengan tujuan para karyawan dapat membacanya.

Selain di situs resmi perusahaan, biasanya kode etik dicetak dan dibagikan kepada karyawan.

Fungsi Kode Etik untuk Badan Usaha

kode etik perusahaan

Adapun fungsi kode etik sebuah industri adalah sebagai berikut

1. Memperkuat Merek Perusahaan

Kode etik perusahaan berfungsi sebagai bentuk ‘branding’ atau memperkuat merek dan identitas korporat. 

Identitas bisnis yang dibangun dalam organisasi bisnis bertujuan untuk menjalankan praktik bersih dan berintegritas. 

Dengan memiliki kode etika yang baik, maka perusahaan akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari pelanggan dan investor.

2. Membangun Minat dan Mempertahankan Karyawan

Memiliki kode etik dan budaya kerja yang positif dapat menjadikan suatu bisnis memiliki nilai tambah di mata calon kandidat karyawan. 

Jika perusahaan menjalankan praktik bisnis yang baik dan mensejahterakan pegawainya, hal tersebut akan menjadi manfaat bagi seluruh karyawan.

Dengan begitu, karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut akan membangun loyalitasnya dan memiliki motivasi kerja tinggi. 

3. Menghindari Permasalahan Hukum

Fungsi lainnya yaitu dapat menjauhi perusahaan dari permasalahan yang melibatkan aktivitas ilegal.

Dengan memiliki kode etika, perusahaan akan terhindar dari kasus pembajakan, manipulasi pajak, dan suap.

Cara Menyusun Kode Etik Perusahaan

Membuat kode etik tidak boleh dibentuk secara sembarangan. Sebab, isinya harus memenuhi unsur dan praktik yang telah ditetapkan dalam bisnis.

Nah, berikut ini adalah cara menyusun kode etik perusahaan yang wajib diketahui.

  1. Sebelum membuat kode etik, pastikan untuk mendapat dukungan dari seluruh anggota organisasi, serta masukan dari tim multidisiplin.
  2. Sertakan visi, misi, dan nilai organisasi dengan jelas yang mencerminkan komitmen.
  3. Jelaskan tindakan dan perilaku yang diharapkan perusahaan. Jangan terlalu banyak menyebutkan larangan.
  4. Jelaskan harapan perusahaan terhadap karyawan yang mengutamakan integritas dan kejujuran.
  5. Perhatikan risiko, praktik ketenagakerjaan, dan pengelolaan dengan pihak ketiga.
  6. Buatlah kode etik dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat berlaku bagi semua kalangan internal. 
  7. Buatlah kode etik yang menjelaskan prosedur penegakan kedisiplinan. 

Bagaimana? Sudah paham, kan, pengertian serta cara penyusunan kode etik industri? Pastikan perusahaan kamu sudah memiliki pedoman yang lengkap sebagai acuan kerja. 

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!