Blog

6 Penyebab Turnover Rate Karyawan Tinggi di Perusahaan

penyebab turnover karyawan

Perputaran angka turnover yang terlalu cepat adalah isu besar bagi perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu sebagai pegiat HR harus tahu penyebab turnover karyawan tersebut.

Sebelumnya, apa itu yang dimaksud dengan turnover rate?

Istilah ini mengacu pada proses perputaran karyawan dalam sebuah perusahaan. Hal ini diukur berdasarkan jumlah karyawan yang berhenti dan mencari pekerjaan baru dalam periode waktu tertentu.

Seperti yang sudah dijelaskan, fenomena turnover merupakan masalah yang cukup genting bagi setiap perusahaan.

Sebab, merekrut dan mewawancarai karyawan baru guna mengisi kekosongan posisi bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.

Perusahaan bakal memerlukan rencana yang matang dan biaya yang tak bisa dibilang sedikit. Produktivitas perusahaan pun terancam terhambat.

Lalu, mengapa turnover karyawan tersebut bisa terjadi?

Sejatinya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya fenomena tersebut. Untuk mengetahui selengkapnya, yuk, simak rangkuman GajiGesa di bawah ini!

6 Penyebab Turnover Karyawan Tinggi

penyebab turnover karyawan

1. Pekerjaan yang tidak manusiawi

Penyebab turnover karyawan tinggi yang pertama adalah pekerjaan yang terasa kurang manusiawi.

Data menyebutkan, bahwa sekitar 70% karyawan merasa beban kerja mereka lebih banyak daripada waktu kerjanya.

Bila kondisi tersebut dibiarkan berlarut, karyawan bakal termotivasi untuk mundur dari perusahaan.

Oleh sebab itu, pihak manajerial perusahaan dan tim HR perlu membagi beban kerja karyawan secara rata.

Hal tersebut perlu dilakukan supaya angka produktivitas meningkat tanpa memberatkan karyawan atau divisi tertentu. 

Nah, agar kamu dapat membagikan tugas dengan adil, lakukan survei secara berkala mengenai pendapat karyawan terhadap pekerjaan mereka.

Dengan itu, kamu bisa menentukan apakah karyawan perlu diberikan tugas tambahan, atau justru beban kerja mereka perlu dikurangi.

2. Mendapatkan tawaran gaji yang lebih baik

Sekarang ini, banyak karyawan yang meninggalkan pekerjaan mereka. Hal ini umumnya berlaku karena mereka mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi di tempat lain.

Melihat hal tersebut, jika karyawan banyak yang mengundurkan diri, kamu bisa coba periksa berapa gaji yang mereka terima.

Kemudian, coba bandingkan nominalnya dengan kualitas dan pengalaman kerja yang mereka punya. Selain itu, lihat bagaimana industri lain membayar gaji karyawan dengan kapasitas tersebut.

Bila dirasa gaji mereka perlu dinaikkan, silahkan berdiskusi dengan user, pihak manajerial, dan finance perusahaan.

3. Budaya perusahaan yang buruk

Penyebab turnover karyawan selanjutnya adalah budaya perusahaan yang buruk.

Tahukah kamu, bahwa budaya kerja sangat berkaitan dengan kebahagiaan karyawan?

Ya, pada dasarnya, karyawan yang merasa cocok dengan budaya perusahaan akan menjadi lebih produktif dan loyal.

Di sisi lain, apabila mereka tidak menyukainya, karyawan bisa merasa tak nyaman dan kelak memilih untuk mengundurkan diri.

Bila hal ini terjadi, kamu bisa luncurkan survei terkait budaya dan lingkungan kerja yang diidamkan oleh para karyawan.

Seluruh aspirasi yang nantinya masuk bisa dijadikan pertimbangan untuk pembentukan budaya kerja baru dalam perusahaan.

4. Merasa tidak ada kesempatan untuk berkembang

Merasa tidak memiliki kesempatan untuk berkembang merupakan salah satu penyebab turnover karyawan tinggi lainnya yang wajib kamu perhatikan.

Apabila perusahaan tidak menyediakan fasilitas yang bisa membuat karyawan berkembang, bukan hal mustahil mereka akan memilih untuk resign.

Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan ilmu atau kualitas karyawan, untuk kemajuan karier mereka.

Sebagai saran, kamu bisa coba mengadakan kegiatan training untuk keperluan pengembangan diri karyawan.

Misalnya, mengadakan workshop atau pelatihan tentang bidang kerja karyawan.

Selain itu, kamu juga bisa mengadakan les bahasa yang bisa jadi daya tarik di mata para karyawan.

5. Karyawan membenci bos mereka

Penyebab turnover karyawan tinggi lainnya adalah karena pegawai membenci manajer atau supervisor mereka.

Kamu bisa lihat, apakah ada manajer tertentu yang anak buahnya selalu mengundurkan diri. Hal itu mungkin disebabkan, karena karyawan kurang menyukai kinerja dan perlakuan atasannya.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya, kamu melakukan penilaian yang sama pada seseorang yang berada di posisi tinggi.

6. Karyawan merasa tidak mendapat pengakuan

Penyebab turnover karyawan tinggi yang terakhir adalah karena pegawai merasa tidak menerima pengakuan atas kontribusi yang telah mereka berikan.

Setiap karyawan tentunya menginginkan hasil kerja keras mereka untuk perkembangan perusahaan diakui dan diapresiasi.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya, kita memberikan apresiasi kepada kinerja karyawan, supaya mereka merasa dihargai.

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!