fbpx
cuti adalah hak karyawan | uu ketenagakerjaan tentang cuti

Jangan Ragu Mengajukan Hak Cuti! Ini Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui

Cuti adalah hak karyawan dan diatur dalam UU Ketenagakerjaan tentang cuti, jadi jangan ragu untuk memanfaatkannya!

Pengertian cuti pegawai adalah izin bagi karyawan untuk tidak bekerja untuk jangka waktu tertentu. Bisa jadi mengajukan sendiri, wajib, berbayar, atau tidak dibayar. Berikut hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai cuti.

Cuti adalah waktu yang diizinkan untuk tidak bekerja, biasanya diminta oleh karyawan untuk menutupi keadaan khusus yang terjadi dalam kehidupan karyawan. UU Ketenagakerjaan tentang cuti diatur dalam Pasal 79 ayat (2) huruf c UU Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa pekerja/buruh berhak atas cuti tahunan, sekurang-kurangnya 12 hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus.

Cuti tidak dibayar (unpaid leave) dapat digunakan jika jatah cuti tahunan sudah habis dan karyawan memiliki keperluan yang benar-benar mendesak. Cuti tidak dibayar tidak memberikan upah kepada karyawan selama mereka pergi, tetapi ini memastikan kelangsungan pekerjaan, yang dapat menjadi penting terutama mengenai manfaat tertentu yang dibayar oleh pemberi kerja seperti waktu liburan yang masih harus dibayar atau perlindungan asuransi kesehatan.

Bagaimana cara mengajukan cuti?

Tidak usah khawatir untuk mengajukan cuti, karena cuti adalah hak karyawan. Ketika kamu meminta cuti, beri tahu atasan kamu informasi sebanyak mungkin, karena mereka harus memastikan bahwa tugas pekerjaan penting kamu ditanggung oleh karyawan lain saat kamu pergi. Beri tahu atasan kamu segera setelah kamu mengetahui bahwa kamu mungkin perlu atau ingin mengambil cuti.

Mintalah dengan sopan untuk cuti dan berikan penjelasan tentang mengapa kamu membutuhkan cuti dan kapan kamu berencana untuk kembali bekerja. Konsultasikan dengan atasan kamu secara langsung untuk meminta cuti, tetapi tindak lanjuti secara tertulis untuk memastikan kamu memiliki detail yang dikonfirmasi.

Baca juga: Perempuan Juga Bisa Dapat Gaji Tinggi, Begini Cara Negosiasinya!

Kamu dapat menawarkan untuk bertukar pikiran dengan manajer atau atasan kamu tentang cara menutupi pekerjaan kamu saat kamu sedang cuti. Ini menunjukkan bahwa kamu bersedia memberikan solusi.

Kamu mungkin juga ingin memberi tahu kolega dan rekan kerja saat kamu mengambil cuti. Tidak perlu memberi tahu mereka alasannya, tetapi karena mereka akan menerima tambahan pekerjaan saat kamu pergi, merupakan suatu kesopanan untuk memberi tahu mereka kapan kamu akan kembali. Kamu mungkin juga ingin memberi tahu pelanggan atau klien kamu siapa yang dapat mereka hubungi saat kamu pergi.

Hak Cuti Karyawan Menurut Undang-Undang

Undang-undang yang mengatur terkait cuti karyawan adalah Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Dalam Undang-undang tersebut tertulis tujuh jenis hak cuti bagi karyawan yaitu:

#1 Cuti tahunan

#2 Cuti besar

Secara umum ketentuan cuti diatur oleh undang-undang yang ada dan secara khusus disesuaikan dengan perjanjian kerja yang dibuat. Cuti besar atau yang sering disebut juga istirahat panjang diperuntukkan bagi karyawan yang loyal dimana karyawan tersebut telah bekerja selama 6 tahun di perusahaan yang sama. Cuti besar ini sebaiknya diatur jauh-jauh hari, karena jangka waktunya cukup panjang. Yaitu 1 (satu) bulan dan tentunya perlu memperhatikan pekerjaan yang akan ditinggalkan.

#3 Cuti bersama

#4 Cuti hamil

#5 Cuti sakit

#6 Cuti penting

Berdasarkan Pasal 93 Ayat (2) dan (4) disebutkan bahwa bahwa hak cuti dengan alasan penting memiliki ketentuan sebagai berikut:

– Karyawan menikah: 3 hari

– Menikahkan anaknya: 2 hari

– Mengkhitankan anaknya: 2 hari

– Membaptis anak: 2 hari

– Isteri melahirkan atau keguguran kandungan: 2 hari

– Suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia: 2 hari

– Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 hari

Sumber: The Balance Careers, Talenta

Simak juga:

Hindari 5 Kesalahan Umum Ini Ketika Virtual Meeting Saat WFH!

5 Tipe Karyawan di Kantor dan Bagaimana Memimpin Mereka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//