Blog

3 Cara Ampuh untuk Mencegah Diskriminasi di Tempat Kerja

Yuk, hapuskan diskriminasi yang terjadi di tempat kerja. Simak cara mencegah diskriminasi di tempat kerja berikut ini.
cara mencegah diskriminasi di tempat kerja

Pernahkah kamu menemukan tindak diskriminatif di kantor? Bila ya, bagaimana cara ampuh mencegah diskriminasi di tempat kerja?

Sejatinya, isu mengenai diskriminasi di tempat kerja sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).

Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa setiap karyawan berhak mendapatkan perlakuan yang sama di tempat kerja tanpa ada diskriminasi dari pemberi kerja.

Sayangnya, meskipun kita hidup dalam keberagaman, berbagai bentuk diskriminasi masih ditemukan, khususnya di tempat kerja.

Padahal, kantor dan pabrik seharunys menjadi tempat yang nyaman dan bebas diskriminasi untuk para pekerja yang sedang mencari nafkah.

Perusahaan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kenyamanan karyawan harus turut mendukung upaya penghapusan diskriminasi di tempat kerja.

Maka dari itu, berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis serta cara mencegah diskriminasi di tempat kerja. Yuk, disimak!

Jenis-jenis Diskriminasi

cara mencegah diskriminasi di tempat kerja

Sebelum mengetahui cara mencegah diskriminasi di tempat kerja, kamu harus mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Berikut adalah pemaparannya.

1. Diskriminasi Usia

diskriminasi di kantor

Salah satu jenis diskriminasi yang sering ditemukan di tempat kerja adalah disriminasi usia.

Isu ini kerap terjadi karena adanya gap atau jarak umur di antara karyawan. Umumnya, diskriminasi usia terjadi pada pekerja yang umurnya lebih muda. 

Mereka biasanya dianggap sebagai anak kecil dan belum mengerti apa-apa oleh pekerja yang usianya lebih tua.

Hal tersebut bisa menimbulkan stres bagu pekerja yang lebih muda karena merasa dikucilkan dan tidak dianggap. 

Akan tetapi, diskriminasi usia tidak hanya terjadi pada anak muda. Hal ini juga dapat dirasakan oleh pekerja yang usianya lebih tua.

2. Diskriminasi Gender

cara mencegah diskriminasi di tempat kerja

Diskriminasi gender adalah sebuah sikap yang membedakan peran laki-laki dan perempuan serta menganggap bahwa salah satunya lebih unggul.

Dalam dunia kerja, diskriminasi gender dapat berupa pelecehan seksual, pekerja perempuan yang kesulitan mendapatkan promosi, dan pelanggaran cuti haid bagi karyawan perempuan.

Diskriminasi gender disebabkan oleh stereotip di masyarakat yang menganggap perempuan hanya mengerjakan pekerjaan domestik.

Dalam kata lain, budaya patriarkis menjadi dampak besar atas berlakunya diskriminasi gender.

3. Diskriminasi Agama atau Etnisitas

cara mencegah diskriminasi di tempat kerja

Jenis diskriminasi ini sering terjadi karena adanya anggapan bahwa agama, etnis, atau golongan tertentu dinilai superior daripada yang lain.

Hal tersebut bisa menjadi pemicu adanya pembedaan antara agama atau etnis satu dengan yang lainnya.

Contoh dari diskriminasi agama yang dapat terjadi di tempat kerja adalah pembedaan jumlah tunjangan hari raya.

4. Diskriminasi Jabatan

cara mencegah diskriminasi di tempat kerja

Diskriminasi jabatan terjadi karena sikap yang membedakan seseorang dengan melihat dari posisi statusnya. 

Semakin tinggi jabatan seseorang, maka akan semakin berpotensi untuk melakukan tindak diskriminasi kepada orang yang jabatannya lebih rendah.

Meskipun diskriminasi jabatan tidak terjadi di semua perusahaan, namun akan lebih baik jika dihindari sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang setara.

Cara Mencegah Diskriminasi di Tempat Kerja

cara mencegah diskriminasi di tempat kerja

Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencegah diskriminasi di tempat kerja.

1. Peraturan Perusahaan yang Inklusif

Melalui peraturan yang inklusif, perusahaan dapat mengakomodasi dan menghargai keragaman karyawannya. 

Hal ini nantinya dapat mendorong karyawan untuk berkontribusi secara penuh tanpa adanya diskriminasi di tempat kerja.

Peraturan yang inklusif harus dikomunikasikan dan dijadikan landasan bersama di antara karyawan. Dengan memiliki kebijakan inklusif, perusahaan akan mendapat keuntungan lebih banyak. 

Sebab, semakin beragam latar belakang pekerja, akan muncul inovasi untuk memajukan perusahaan.

2. Pemimpin Harus Jadi Contoh

Peraturan dalam suatu perusahaan tidak akan berjalan apabila pemimpinnya tidak bisa menjadi contoh bagi karyawan. 

Seorang pemimpin wajib memahami dan memiliki kesadaran mengenai isu diskriminasi di tempat kerja.

Pemimpin juga harus menjadi contoh untuk karyawannya demi terciptanya lingkungan kerja yang inklusif. 

Misalnya, seorang pemimpin yang bijak tidak membeda-bedakan agama, ras, dan etnisitas karyawannya dan memperlakukannya dengan setara.

3. Membuat Aturan Komprehensif

Hal yang perlu diterapkan agar tidak terjadi diskriminasi di tempat kerja adalah memberi rasa aman bagi seluruh karyawan.

Untuk mewujudkannya, pihak manajemen perusahaan dan HRD dapat membuat pedoman atau peraturan yang komprehensif di tempat kerja.

Aturan ini penting untuk diterapkan agar korban bisa melaporkan kasusnya secara aman tanpa adanya intimidasi. 

Perusahaan juga perlu membuat lembaga independen yang membantu karyawan dalam menyelesaikan isu diskriminasi.

Lembaga tersebut tentunya harus menjaga kerahasiaan identitas korban dan secara aktif mendorong kampanye anti diskriminasi.

Itulah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis dan cara mencegah diskriminasi di tempat kerja.

Apakah di perusahaan kamu sudah menerapkan kebijakan mengenai pencegahan diskriminasi? Jika belum, ikuti tips-tips yang sudah dijelaskan di atas, ya!

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!