Resources

Sangat Ampuh, Ini 6 Cara untuk Mengatasi Kebiasaan Belanja Impulsif!

cara mengatasi belanja impulsif

Sering berbelanja secara spontan dan menghabiskan banyak uang? Bila ya, kamu harus mempelajari cara mengatasi kebiasaan belanja impulsif tersebut.

Tahukah, kamu? Bahaya finansial dari pengeluaran yang impulsif itu terlihat jelas, lho.

Sebagai contoh, utang bulanan yang menumpuk, tabungan cepat habis, dana dalam rekening pensiun habis, hingga mengajukan pinjaman online secara rutin.

Berbelanja mungkin memang terasa menyenangkan untuk sementara.

Namun, kamu juga harus tahu bahwa kebiasaan tersebut tak hanya berbahaya untuk kondisi keuangan, tetapi, juga kesehatan mentalmu.

Nah, melihat hal tersebut, kali ini GajiGesa akan memberikan beberapa cara jitu yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kebiasaan belanja impulsif. Simak baik-baik, yuk!

Cara Mengatasi Kebiasaan Impulsif

cara mengatasi belanja impulsif

1. Menjelajahi toko favorit tanpa membeli

Cara pertama yang bisa kamu terapkan adalah dengan menjelajahi toko favorit, tanpa melakukan pembelian.

Apakah saat mengunjungi toko kamu selalu memiliki keinginan untuk membeli barang yang dijajakan?

Jika ya, kamu bisa pikirkan secara matang terlebih dahulu. Apakah barang tersebut memang benar-benar dibutuhkan atau tidak? Apa pengeluaran kamu saat ini masih terbilang rendah atau sudah besar?

Kamu perlu menjawab semua hal itu sebelum membeli barang yang dilihat. Namun, kamu juga bisa langsung mengatakan pada diri sendiri, “Saya harus bisa menahan diri dengan tidak berbelanja”.

Trik satu ini sangatlah jitu untuk menghindari pola perilaku konsumtif.

2. Meneliti seluruh barang yang ada di rumah

Cara mengatasi kebiasaan impulsif berikutnya adalah dengan meneliti barang-barang di rumah.

Kamu bisa perhatikan baik-baik seluruh isi laci dan lemari. Apakah barang tersebut penuh sesak akibat banyak yang tidak pernah digunakan?

Bila ya, berarti kamu perlu mengurangi kebiasaan belanja dan mulai berhemat.

Meneliti barang yang ada di rumah juga bisa menjadi cara bagimu untuk menghindari kebiasaan belanja hal yang tak perlu.

Sebagai contoh, di rumah sudah terdapat 2 mesin cuci yang jarang digunakan. Dengan demikian, kamu tak perlu lagi membeli barang tersebut hanya karena ada tawaran harga yang menggiurkan.

3. Belanja hanya saat fokus atau santai

Tahukah kamu? Bahwa kemungkinan berbelanja secara impulsif akan meningkat jika kamu mengunjungi toko saat sedih, marah, atau stres?

Nah, melihat fakta tersebut, coba cari cara lain yang dapat memenuhi kebutuhan emosionalmu.

Sebagai contoh, saat kamu merasa sedih, hubungi teman atau mulai lakukan journaling.

Lalu, jika merasa bosan, kamu bisa bisa coba menonton film baru, membaca buku favorit, mendengarkan musik.

4. Memberi jeda dan mengecek ulang kebutuhan

Cara mengatasi belanja impulsif lainnya adalah dengan memberi jeda dan mengecek ulang kebutuhan.

Hal ini perlu kamu lakukan saat hendak membeli barang, baik saat di toko maupun secara online.

Dalam momen ini, kamu bisa tanyakan beberapa hal pada diri sendiri, seperti:

  • Apakah saya benar-benar membutuhkan ini atau hanya menginginkannya? 
  • Bisakah saya membelinya? 
  • Berapa jam saya harus bekerja untuk menutupi pembelian ini? 
  • Bagaimana perasaan saya jika saya membawanya pulang? 
  • Apakah rumah saya memiliki tempat untuk ini?

Kemudian, jika ingin melakukan pembelian besar atau mahal, buat jeda yang lebih lama sebelum kamu berkomitmen.

Setidaknya, kamu bisa sediakan waktu kurang lebih beberapa minggu. Lalu, lihat apakah pembelian yang ingin kamu lakukan merupakan ide yang bagus.

5. Ciptakan daftar belanja yang merinci

Untuk menghindari kebiasaan belanja impulsif, ciptakanlah daftar barang yang kamu butuhkan secara merinci.

Sebagai contoh, jika ingin pergi berbelanja untuk membeli kebutuhan makanan, tulislah bahan-bahan yang sekiranya kamu perlukan.

Nah, saat nanti kamu berbelanja, cukup beli barang yang tertera dalam daftar saja.

Jika kamu melihat sesuatu yang menarik, tapi, tidak ada dalam daftar, tahan diri dan hindari pembelian. Dengan itu, kamu bisa berhemat dan kelak takkan menyesal

6. Prioritaskan kebutuhan pokok

Cara mengatasi belanja impulsif terakhir yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan pokok.

Sebagai contoh, setiap bulan kamu terbiasa membeli sepatu, make up atau skincare, baju, dan lainnya.

Nah, kamu bisa menghapus keinginan belanja tersebut, dan hanya membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok lain saja.

Meskipun hal ini merupakan komitmen besar, mengutamakan kebutuhan yang lebih penting dijamin bisa membuat keuanganmu lebih stabil.

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!