Blog

Jenis-jenis Modal Kerja: Mana yang Paling Dibutuhkan Bisnismu?

jenis jenis modal kerja

Di era modern ini, kesempatan pengusaha untuk memperluas bisnisnya sudah cukup signifikan. Bagaimana tidak? Jenis-jenis modal kerja baru banyak bermunculan dan sifatnya pun cukup mudah untuk diakses.

Namun, masih banyak pebisnis—baik pemula maupun berpengalaman—yang masih salah kaprah terkait fungsi dan penggunaannya.

Ya, tidak semua jenis modal kerja itu serupa. Pengetahuan yang minim ini membuat banyak pebisnis salah mengambil keputusan. Alhasil, usaha macet, arus kas tak bergerak, dan karyawan makin resah.

Lalu, sebenarnya ada berapa jenis modal kerja? Mana yang sebenarnya paling dibutuhkan oleh bisnismu? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Modal Kerja?

Sebelumnya, apa itu yang dimaksud dengan modal kerja?

Modal kerja adalah dana yang bisa dipakai perusahaan untuk membiayai operasional sehari-hari, seperti membeli bahan baku, membayar upah karyawan, dan melunasi utang jangka pendek.

Rumus sederhananya:

modal kerja bersih = aset lancar − kewajiban lancar.

Kebutuhan akan hal ini pun sejatinya terus meningkat. Menurut laman Bisnis, Bank Indonesia mencatat kredit modal kerja perbankan tumbuh 11,89% secara tahunan per September 2026, naik dari 11,45% pada bulan sebelumnya.

Jenis-jenis Modal Kerja Berdasarkan Sifatnya

jenis jenis modal kerja

Dalam manajemen keuangan bisnis, jenis-jenis modal kerja dibagi menjadi dua kelompok besar: permanen dan variabel.

1. Modal kerja permanen

Modal kerja permanen merupakan dana yang harus selalu ada agar badan usaha bisa terus berjalan. Bentuknya pun ada dua, yaitu:

  • Modal kerja primer: jumlah minimum untuk menjamin bisnis tidak berhenti, misalnya gaji bulanan dan sewa tempat.
  • Modal kerja normal: dana untuk menjalankan produksi pada kapasitas normal, seperti stok bahan baku rutin.

2. Modal kerja variabel

Di sisi lain, modal kerja variabel adalah dana yang jumlahnya bisa berubah mengikuti keadaan bisnis. Jenisnya sendiri ada tiga, yaitu:

  • Modal kerja musiman: naik saat musim ramai, misalnya stok dan THR menjelang Lebaran atau lonjakan pesanan akhir tahun.
  • Modal kerja siklis: naik-turun mengikuti kondisi ekonomi (konjungtur).
  • Modal kerja darurat: dibutuhkan saat terjadi hal tak terduga, seperti klien telat membayar invoice padahal tanggal gajian sudah dekat.

Selain itu, ilmu akuntansi juga mengenal tiga konsep modal kerja: kuantitatif (seluruh aset lancar), kualitatif (aset lancar dikurangi utang lancar), dan fungsional (dana yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan).

Sumber Dana yang Cocok untuk Tiap Jenis Modal Kerja

Mengetahui jenis saja belum cukup. Pebisnis kerap lupa bahwa jenis-jenis modal kerja itu butuh sumber dana yang berbeda.

Prinsip dasarnya (matching principle): kebutuhan permanen dibiayai oleh sumber jangka panjang, sedangkan kebutuhan variabel cukup ditutup dengan pembiayaan jangka pendek agar bisnis tidak menanggung bunga saat dana tidak terpakai.

Jenis modal kerjaContoh kebutuhanSumber dana yang cocok
PermanenGaji rutin, sewa, stok minimumModal sendiri, laba ditahan, pinjaman jangka panjang
MusimanStok dan THR menjelang Lebaran, pesanan akhir tahunKredit modal kerja bank, KUR untuk UMKM
SiklisPenjualan turun saat ekonomi melambatDana cadangan, fasilitas kredit rekening koran
DaruratPembayaran klien mundur, gaji sudah jatuh tempoInvoice financing, payroll financing

Mana yang Paling Dibutuhkan Bisnismu?

Jawab tiga pertanyaan ini sebelum memilih:

  1. Kebutuhannya rutin atau sementara? Rutin berarti permanen, sementara berarti variabel.
  2. Seberapa cepat dana harus tersedia? Kredit bank sering mensyaratkan agunan dan proses yang lebih panjang.
  3. Apa akibatnya jika pos ini telat dibayar? Pos dengan risiko terbesar harus diamankan lebih dulu.

Untuk pertanyaan terakhir, gaji adalah salah satu pos dengan konsekuensi paling berat. Pasal 61 PP 36/2021 sebagaimana diubah PP 51/2023 mengenakan denda 5% per hari mulai hari keempat keterlambatan, ditambah 1% per hari setelah hari kedelapan, hingga 50% dari upah dalam sebulan. Belum lagi kepercayaan tim yang ikut turun saat gaji tidak pasti.

Payroll Financing: Modal Kerja Darurat Khusus untuk Gaji

payroll financing

Di sinilah Payroll Financing GajiGesa berperan. Layanan dana talangan gaji tanpa agunan ini bisa membantu perusahaan membayar gaji tepat waktu saat kas tertahan, tanpa mengganggu modal kerja lainnya. Alur terhadap aksesnya juga sederhana:

  1. Unggah data pembayaran karyawan
  2. Pilih jadwal pencairan
  3. Tim GajiGesa memvalidasi data
  4. Dana dicairkan

Pendanaan modal kerja Payroll Financing sendiri didukung oleh mitra di bawah Kredivo Group yang berizin dan diawasi oleh OJK, dan setiap perusahaan didampingi oleh relationship manager khusus.

Menjelang akhir tahun, tekanan pada kas biasanya bertambah karena ada gaji Desember dan bonus.

Dikarenakan verifikasi awal perusahaan memakan waktu sekitar 10 hari kerja, mengajukan dari sekarang memberi ruang aman sebelum gajian akhir tahun.

Bagaimana? Menarik, bukan? Dengan kolam kas yang terisi tepat waktu, gaji, vendor, dan operasional bisa mengalir sesuai urutan, tanpa ada yang dikorbankan.

Isi formulir di bawah artikel ini untuk berdiskusi dengan tim kami. Konsultasinya gratis dan tanpa komitmen.


FAQ

Apa saja jenis-jenis modal kerja?

Jenis-jenis modal kerja terbagi dua: modal kerja permanen (primer dan normal) serta modal kerja variabel (musiman, siklis, dan darurat).

Apa bedanya modal kerja permanen dan variabel?

Modal kerja permanen selalu dibutuhkan dalam jumlah relatif tetap, sedangkan modal kerja variabel naik-turun mengikuti musim, kondisi ekonomi, atau keadaan darurat.

Apakah gaji karyawan termasuk modal kerja?

Ya. Dana untuk membayar gaji termasuk modal kerja permanen karena harus tersedia setiap bulan, terlepas dari kondisi penjualan.

Hubungi Kami