Resources

Penting! 5 Perbedaan Kartu Kredit versus Kartu Debit

kartu kredit vs kartu debit

Kartu kredit versus kartu debit; sudah tahu belum perbedaannya, nih?

Pembayaran transaksi secara digital (digital payment) memang menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama saat pandemi Covid-19 terjadi.

Umumnya, orang-orang dalam melakukan transaksi secara digital menggunakan kartu kredit atau debit. Tapi, meski sering digunakan, masih banyak masyarakat yang bingung membedakan kedua kartu ini.

Nah, langsung saja yuk, simak ulasannya di artikel bawah ini.

Perbedaan Kartu Debit versus Kartu Kredit

Berikut ini adalah sejumlah perbedaan yang dimiliki kartu kredit dan kartu debit.

#1 Bentuk fisik kartunya

Perbedaan pertama dari kedua kartu tersebut dilihat dari bentuk fisik kartunya. 

Kartu Debit

  1. Terdapat nama bank atau institusi penerbit kartu.
  2. Kartu debit juga memiliki chip (EMV/NSICCS), yang bisa digunakan dengan cara dip. Berguna sebagai pengganti magnetic stripe (swipe), ketika melakukan transaksi POS/EDC/ATM, hingga transaksi Card Present atau Instore Payment Terminals.
  3. Memiliki hologram, yang juga bisa dijadikan sebagai ciri keaslian kartu. Misalnya seperti kartu Visa, memiliki Hologram Burung Merpati, dan kartu Mastercard memiliki Hologram Globe.
  4. Mempunyai 16 digit PAN atau Payment Account Number (atau bisa juga diantara 13-19 digit), di mana 1 digit pertama menunjukkan major brand atau prinsipal utama.
  5. Menunjukkan network, nomor kartu, bank atau institusi penerbit kartu, negara asal (BIN/IIN), dan jenis atau level kartu.
  6. Terdapat juga logo network (Visa/Mastercard/American Express dan sebagainya) dan tanggal kadaluarsa kartu.
  7. Memiliki pita magnetik dan tanda tangan pemegang kartu, serta kode keamanan kartu.

Kartu Kredit

  1. Tampilan lebih elegan daripada kartu debit.
  2. Terdapat tampilan huruf cetak timbul (embossed), untuk nama pemegang kartu di bagian depan beserta tanggal kadaluarsa.
  3. Mempunyai chip pada kartu kredit. Tetapi, khususnya di Indonesia, saat ini rata-rata sudah lebih dahulu mempunyai teknologi chip (EMV) daripada kartu debit. Tapi, sesuai target BI umumnys bank di Indonesia, juga sudah mulai melakukan migrasi bertahap dari pita magnetic ke chip (NSICCS), pada kartu debit.
  4. Memiliki logo atau prinsipal, termasuk jenis atau level kartu seperti Visa/Mastercard. 

#2 Beda limit penggunaan

Pada kartu kredit terdapat limit penggunaan yang berlaku, tetapi hal ini tidak berlaku pada kartu debit. 

Pada kartu kredit, limit pembayaran berlaku bulanan. Nominalnya pun berbeda-beda, tergantung jenis kartu dan kebijakan bank yang memberikan kartu kredit tersebut. Rentang nominalnya yaitu, Rp3 juta hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Sedangkan, untuk kartu debit tidak ada limit penggunaan yang berlaku. Selama saldo dalam tabungan masih tersedia, pengguna bisa terus melakukan transaksi pembayaran. Saldo tabungan juga bisa diisi dengan setoran tunai atau metode transfer.

#3 Perbedaan kartu debit dan kredit berdasarkan biaya transaksi

Perbedaan kartu kredit dan debit selanjutnya yakni, biaya transaksi yang harus dibayar oleh penggunanya. 

Saat menggunakan kartu kredit ada sejumlah biaya yang perlu dibayar oleh pengguna. Seperti, biaya administrasi tahunan, biaya materai, biaya keterlambatan, biaya bunga, biaya kelebihan pemakaian (over limit), biaya tarik tunai, dan biaya konversi mata uang asing.

Selain itu juga, ada biaya salinan dan cetak tagihan bulanan, biaya penggantian kartu hilang atau rusak, biaya pembatalan cicilan, dan biaya pengembalian cek atau giro. Kemudian, ada juga biaya tagihan auto-payment, biaya tukar reward points, biaya notifikasi, dan biaya administrasi lainnya.

Sedangkan, kartu debit memiliki biaya transaksi yang terbilang sangat murah. Contohnya, jika melakukan transfer uang ke bank lain melalui ATM, biaya yang perlu dibayar tiap transaksi hanya Rp6.500 saja. 

Selain itu, ada juga beberapa biaya yang perlu dibayarkan, seperti biaya administrasi saldo rata-rata bulanan, biaya penarikan di ATM berbeda, biaya penggantian kartu rusak atau hilang, dan biaya penutupan rekening.

#4 Perbedaan mekanisme transaksi kartu kredit dan debit

Mekanisme transaksi kartu kredit tentunya juga berbeda dengan transaksi menggunakan kartu debit. 

Saat menggunakan kartu kredit, pengguna harus melakukan verifikasi pembayaran dengan membubuhkan tanda tangan atau memasukkan kode PIN. Maksudnya, pada pemakaian fisik, kartu kredit harus digunakan oleh pemilik kartu itu sendiri, bukan orang atau pihak lain.

Sedangkan, kartu debit bisa dipindahtangankan. Pemilik kartu bisa meminta orang lain untuk mengambil uang di ATM atau membayar transaksi asalkan mereka telah mengetahui PIN kartu debit tersebut. Dari segi mekanismenya, transaksi dengan kartu debit tentu dianggap lebih mudah dan praktis.

#5 Solusi pembayaran

Banyak yang beranggapan bahwa menggunakan kartu kredit menawarkan solusi pembayaran yang cukup efisien. Hal itu karena pengguna bisa melakukan transaksi meskipun tidak memiliki uang di tabungannya.

Uang yang digunakan tersebut juga merupakan utang yang bisa dibayar sekaligus atau dicicil. Bagi sebagian orang, pilihan ini dianggap sangat membantu, terutama pada saat kondisi yang mendesak.

Beda halnya saat menggunakan kartu debit harus disertai dengan adanya saldo dalam tabungan. Transaksi baru dianggap sukses dilakukan ketika nominal pembayaran lebih kecil dibanding saldo tersimpan.

Perbedaan kartu kredit dan debit dari segi ini sangat penting untuk diperhatikan. Banyak orang yang terjebak dengan utang yang menumpuk karena tidak cermat menghitung pengeluaran melalui kartu kreditnya.

Kamu bisa banget untuk mengurangi kebiasaan menggunakan kartu kredit, lho.

Bayangkan, setiap terdesak finansial kamu menggunakan kartu kredit. Tentu saja utang kamu akan semakin banyak bukan?

Solusinya yaitu dengan bergabung bersama GajiGesa. GajiGesa merupakan aplikasi kesehatan finansial yang produknya berupa earned wage access (EWA) atau akses gaji fleksibel.

EWA atau akses gaji fleksibel ini praktis, lho. Artinya, kamu bisa menarik gajimu kapan dan di mana pun kamu perlukan. Sehingga, kamu bisa menarik gajimu saat keadaan terdesak. Hal ini bisa membantumu menghindari penggunaan kartu kredit juga, lho.

Yuk, langsung kenalkan perusahaanmu untuk bekerjasama dengan kami!

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!