Resources

Kamu Harus Tahu! 6 Jenis Konflik di Tempat Kerja

Di dalam tempat kerja sering kali terjadi konflik. Berikut beberapa jenis konflik di tempat kerja yang perlu kamu ketahui!
konflik di tempat kerja

Konflik di tempat kerja tidak bisa dihindari, inilah fakta dalam kehidupan. Saat motivasi, proses, dan tujuan yang berbeda, di sinilah konflik akan muncul. Tapi, bukan berarti konflik tersebut harus ditakuti karena, setelah konflik, biasanya akan muncul perubahan. Ketika diselesaikan dengan benar, konflik dapat menghasilkan resolusi, pemahaman, serta hubungan kerja yang lebih baik. Melalui konflik tersebut, baik perusahaan dan karyawan dapat meningkatkan diri. Artikel berikut ini akan memberikan kamu informasi mengenai jenis konflik di tempat kerja.

Baca juga: Waspada! 8 Dampak Konflik di Kantor yang Perlu Kamu Tahu

Jenis Konflik di Tempat Kerja

Seringkali konflik terjadi karena kurangnya komunikasi, kesalahpahaman, pikiran yang terlalu sempit, dan perilaku pasif sampai agresif. Semua hal tersebut berkontribusi pada konflik di tempat kerja. Berikut beberapa jenis konfliknya.

#1 Interdependence/Task-Based Conflicts

Jenis konflik di tempat kerja yang pertama, yaitu interdependence atau task-based conflicts. Konflik ini biasanya terjadi ketika seorang pegawai bergantung pada orang lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Misalnya, seorang akuntan tidak dapat melakukan pekerjaannya jika ia tidak memiliki semua angka yang dibutuhkan. Ini tentu akan menghambat pekerjaan akuntan jika seorang karyawan administrasi terus menerus terlambat memberikan laporan mereka. Hal ini tentu akan memengaruhi penyelesaian tugas akuntan sesuai dengan deadline, sehingga menimbulkan konflik.

#2 Leadership Conflicts

Konflik yang kedua yaitu leadership conflicts atau konflik kepemimpinan. Tentu saja, setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Terdapat pemimpin yang berani dan karismatik, lebih santai, dan hangat. Tetapi, ada juga pemimpin yang sangat ketat pada aturan dan deadline.

Contoh konflik yang akan terjadi karena kasus ini, adalah saat manajer dan co-founder memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Dengan adanya perbedaan ini, tentu saja ada konflik yang terjadi karena karyawan menjadi bingung mana pimpinan yang harus ia ikuti.

#3 Work Style Conflicts

Konflik di tempat kerja selanjutnya yaitu, work style conflicts atau konflik gaya kerja. Sama seperti pemimpin, setiap anggota tim juga memiliki gaya kerja yang berbeda-beda. Beberapa ada yang suka bekerja dengan pendekatan team-oriented, ada juga yang lebih suka bekerja mandiri.

Ada juga seseorang yang tidak memerlukan arahan tambahan dalam menyelesaikan tugas, sementara yang lain menyukai masukkan dan arahan eksternal dalam menyelesaikan tugas. Sebagai team leader, tentu saja kita perlu memahami gaya kerja masing-masing karyawan, sehingga tahu pendekatan apa yang harus diambil jika terjadi konflik.

Baca juga: Ini Dia! 10 Strategi HR dalam Penyelesaian Konflik Karyawan

#4 Personality-Based Conflict

Personality-based conflict atau konflik kepribadian merupakan konflik yang paling sering terjadi di dunia kerja. Umumnya, konflik yang terkait dengan kepribadian terjadi karena munculnya persepsi terhadap karakter, tindakan, atau motif seseorang.

Contohnya saja, kamu memberikan masukkan kepada seorang di depan karyawan lain. Kamu mungkin punya maksud baik, agar karyawan lain bisa belajar dari masukkan tersebut dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi, pegawai tersebut justru merasa tersinggung dengan pendekatan yang kamu pilih. Jika dibiarkan, karyawan tersebut bisa jadi menyimpan perasaan negatif kepada kamu.

#5 Creative Idea Conflicts

Konflik di tempat kerja selanjutnya yaitu, creative idea conflicts atau konflik brainstorming ide. Konflik ini terjadi akibat perbedaan ide. Sebenarnya, konflik ini wajar dan kerap terjadi dalam semua kegiatan brainstorming. Perdebatan juga menjadi kesempatan yang bagus agar dapat membuat ide menjadi lebih baik. Namun, jika ada karyawan yang tidak setuju pada suatu ide proyek dan tidak mau melakukannya, tentu saja akan menyebabkan konflik.

#6 Diskriminasi

Diskriminasi antar karyawan tentu saja dapat menyebabkan konflik yang sangat serius. Bentuk diskriminasi umumnya terjadi karena perbedaan usia, ras, etnis, atau jenis kelamin. Indonesia sudah memiliki UU untuk mengatur serta melindungi pekerja dari perlakuan diskriminatif yaitu, UU No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan. Perusahaan perlu mencari cara agar perlakuan diskriminasi tidak terjadi antar karyawan.

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!