Resources

6 Perencanaan Keuangan yang Perlu Dipersiapkan sebelum Menikah

perencanaan keuangan sebelum menikah
perencanaan keuangan sebelum menikah

Sekarang ini, supaya rumah tangga bisa sejahtera, kamu harus mengetahui serba-serbi perencanaan keuangan yang harus dipersiapkan sebelum menikah.

Kebanyakan pasangan umumnya mementingkan hal yang menyangkut dengan hari pernikahan mereka, seperti venue hingga katering untuk keluarga dan teman.

Meskipun hal tersebut memang penting, sejatinya ada hal lain yang perlu diprioritaskan, yakni terkait rencana finansial setelah para pengantin nanti menikah.

Aspek satu ini perlu diperbincangkan agar kondisi keuanganmu dan pasangan di kemudian hari bisa stabil.

Tak hanya itu, rencana keuangan juga nantinya bisa menjadi juru penyelamat saat kamu dan pasangan bertemu dengan berbagai jenis rintangan.

Nah, kira-kira, seperti apa perencanaan keuangan sebelum menikah yang harus kamu persiapkan dengan pasangan? Yuk, simak ulasannya bawah ini!

Perencanaan Keuangan Sebelum Menikah

1. Diskusikan prioritas keuangan

Salah satu perencanaan keuangan yang harus kamu ulas sebelum menikah adalah terkait prioritas finansial.

Jika kamu dan pasangan memutuskan untuk menikah, kalian harus saling memahami nilai, prinsip, dan prioritas keuangan satu sama lain.

Hal tersebut penting untuk didiskusikan supaya kamu dan pasangan bisa berkompromi mengenai perbedaan pandangan terkait kebutuhan finansial.

Anggap saja seperti ini, pasangan kamu senang hidup berpindah-pindah. Maka dari itu, kemungkinan ia takkan nyaman jika harus tinggal bersama dengan kamu yang suka menetap di satu tempat.

Agar hubungan dapat berjalan dengan mulus, isu ini perlu didiskusikan agar kamu dan pasangan bisa menemukan jalan tengah.

Nah, hal tersebut pun serupa dengan prioritas keuangan. Walaupun berbeda pandangan, kamu dan pasangan dapat menemukan solusi yang menguntungkan lewat diskusi.

Untuk merencanakan hal satu ini, kamu bisa tanyakan beberapa poin di bawah pada pasangan, yaitu:

  • Apakah kamu suka memberikan amal atau donasi rutin?
  • Apakah menabung dan investasi menjadi prioritas utama atau kamu lebih senang berbelanja?
  • Berapa jumlah penghasilan yang bakal kamu alokasikan untuk belanja kebutuhan dan juga keinginan?
  • Jika memiliki anak, berapa persentase dari penghasilan yang dapat kamu berikan untuk memfasilitasi kebutuhan si buah hati?
  • Lebih memilih membayar day care untuk menitip anak atau mengasuh sendiri?
  • Apakah kamu akan memberikan biaya pendidikan anak hingga kuliah?
  • Apakah kamu mengharapkan bantuan finansial dari anak di hari tua?

2. Membuat tujuan keuangan

Perencanaan keuangan sebelum menikah berikutnya adalah dengan membuat tujuan keuangan.

Sama halnya seperti membahas prioritas keuangan, diskusi mengenai tujuan di masa depan, khususnya finansial juga penting untuk dilakukan.

Saat kamu dan pasangan memiliki tujuan sama dalam keuangan, tentu jalan untuk mencapai yang diinginkan jadi semakin mudah.

Selain itu, diskusi ini juga memastikan kamu dan pasangan tidak memiliki tujuan yang bertentangan.

Kamu bisa berdiskusi seperti menanyakan mengenai tempat tinggal, masalah pensiun, dan lainnya.

3. Tentukan anggaran untuk pernikahan

Saat memutuskan untuk menikah, pembahasan mengenai anggaran pernikahan sering kali menjadi topik yang sensitif.

Bahkan, tidak heran jika pembicaraan mengenai anggaran pernikahan suka menimbulkan perdebatan antara kamu dan pasangan.

Hal ini mungkin berlaku karena adanya perbedaan pendapat mengenai wedding dream antara kamu pasangan.

Jadi, sebelum merencanakan pernikahan, cobalah diskusikan terlebih dahulu mengenai seberapa penting acara pernikahan bagi satu lama lain.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi perdebatan karena perbedaan ekspektasi tentang biaya pernikahan.

Kemudian, kamu perlu diskusikan berapa banyak biaya yang mau dikeluarkan satu sama lain untuk pernikahan dan rangkaian lainnya.

4. Buka rekening bersama

Perencanaan keuangan sebelum menikah keempat yaitu membuka rekening bersama. Tujuannya untuk memudahkan kamu dalam membagi biaya bersama untuk pernikahan. 

Dengan begitu, kamu bisa menggunakan uang pribadi untuk membeli barang yang diinginkan tanpa ada kritik dari pasangan.

5. Buat dana darurat dan melunasi utang

Sebelum menikah, pastikan kamu telah membuat dana darurat dan melunasi utang-utang yang dimiliki.

Kamu bisa memulainya dengan menyisihkan uang setiap bulan untuk tabungan.

Selain itu, pastikan juga bahwa kamu memiliki dana darurat yang cukup untuk digunakan sebagai sumber pengeluaran selama 3 sampai 6 bulan ke depan.

Dana tersebut bisa membantu kamu bila terjadi situasi tidak terduga seperti pasangan kehilangan pekerjaan. 

Selanjutnya, jika punya utang dengan jumlah dan bunga tinggi, usahakan untuk melunasinya sebelum tanggal pernikahan.

Hal ini untuk menghindari adanya penggunaan dana rumah tangga secara berlebih.

6. Membuat daftar anggaran harian

Perencanaan keuangan sebelum menikah yang terakhir adalah membuat daftar anggaran harian.

Bagian ini penting, lho, untuk dilakukan. Sebab, kamu dan pasangan nantinya bisa mengatur keuangan dengan jauh lebih mudah.

Jika tidak memiliki data anggaran harian, bisa saja kamu atau pasangan membelanjakan sesuatu hal secara impulsif tanpa mempertimbangkan apapun. 

Mengingat saat menikah, kamu dan pasangan punya penghasilan lebih banyak karena gabungan. Tetapi, tentu saja pengeluaran juga akan jauh lebih banyak. Oleh sebab itu, daftar anggaran harian ini penting untuk dibuat.

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!