Resources

Siap-siap! 7 Tantangan yang akan Dihadapi Pemimpin Wanita

Menjadi pemimpin wanita memiliki tantangannya, lho. Lihat yuk, apa saja sih tantangannya?

Menjadi pemimpin wanita memang tidak mudah, yuk, ketahui terlebih dahulu apa saja tantangan pemimpin wanita.

tantangan pemimpin wanita

Apakah kamu saat ini masih menganggap bahwa yang bisa menjadi pemimpin hanya laki-laki saja? 

Eits, kamu salah besar, sekarang sudah banyak wanita yang menjadi pemimpin dalam sebuah perusahaan, lho.

Seiring dengan berkembangnya pendidikan dan kematangan karier, banyak wanita mulai terjun dalam dunia bisnis. Namun, perjalanan menjadi pemimpin tersebut tidak selamanya mulus. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi bagi wanita.

Ditambah, wanita dianggap memiliki tanggung jawab ganda dan harus berjuang melawan stereotip bahwa hakikat perempuan adalah menjadi ibu rumah tangga. Hal-hal seperti inilah yang sering menjadi hambatan seorang wanita dalam memimpin sebuah perusahaan.

Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai tantangan pemimpin wanita dalam memimpin sebuah perusahaan di artikel berikut ini, ya.

Baca juga: Kenali! 7 Gaya Kepemimpinan, Mana yang Cocok Untukmu?

Tantangan yang akan dihadapi pemimpin wanita

Berikut beberapa tantangan yang akan dihadapi bagi kamu kaum perempuan saat menjadi pemimpin perusahaan.

#1 Ketidaksetaraan gender

Tantangan pertama, kamu akan menghadapi ketidaksetaraan gender. Sejak lama, peran perempuan hanya dianggap menjadi ibu rumah tangga. Akibatnya, banyak yang memandang perempuan tidak perlu mendapatkan pendidikan tinggi karena akhirnya hanya akan mengurus keluarga dan membereskan rumah.

Selain itu, peran gender juga membangun stereotip bahwa perempuan merupakan sosok yang lemah, emosional, tidak memiliki skill, dan lainnya. Sehingga, tidak jarang perempuan diragukan kemampuannya di dunia kerja, terutama pada sektor formal.

Stereotip inilah akhirnya menjadi penghambat tersendiri bagi perempuan untuk mengembangkan kariernya. Hal ini berkaitan dengan masih kuatnya norma sosial yang diskriminatif terhadap perempuan.

#2 Diskriminasi

Tantang kedua bagi pemimpin wanita yaitu, diskriminasi. Masyarakat masih menganggap bahwa laki-laki lebih layak menjadi pemimpin daripada perempuan. Alasannya, karena pria dianggap lebih kuat, bisa berpikir lebih rasional, dan alasan-alasan lainnya.

Sehingga, anggapan tersebut membuat wanita menjadi sulit dihargai saat menjadi pemimpin. Bahkan, Alison Gutterman, CEO dan Presiden Jelmar, memiliki pengalaman ini di awal kariernya. Dia merasa sulit mendapatkan rasa hormat ketika menjadi wanita pengusaha di industri yang didominasi oleh laki-laki.

#3 Anggapan “perempuan lebih baik di dapur”

Tantangan selanjutnya yaitu, anggapan “perempuan lebih baik di dapur”. Masyarakat Indonesia kental sekali dengan anggapan bahwa perempuan lebih baik berada di dapur daripada di kantor.

Wanita sering kali dianggap lebih cocok mengurusi rumah tangga daripada memimpin sebuah perusahaan. Anggapan tersebut menjadi tantangan bagi sebagian besar wanita yang ingin menjadi pemimpin sebuah perusahaan.

Mereka ditakuti oleh opini tersebut sehingga tidak berani untuk melangkah lebih jauh.

#4 Ketidakpercayaan atas kemampuan menyeimbangkan pekerjaan dengan urusan rumah

Tantangan pemimpin perempuan yaitu, dianggap sulit menyeimbangkan pekerjaan dengan urusan rumah. Ini bermula dari anggapan bahwa wanita punya peran ganda sebagai seorang ibu, istri, anak, sekaligus orangtua. Banyaknya peran tersebut sering membuat wanita kewalahan dalam ‘membagi dirinya’.

Saat di kantor, wanita harus berkomitmen untuk menjadi seorang pemimpin. Sementara, di rumah ia harus mengurus rumah tangga.

Baca juga: Viral di Twitter: Ketahui Beberapa Sumber untuk Dana Darurat Yuk!

#5 Ekspektasi tinggi

Jumlah pemimpin wanita dalam perusahaan terhitung masih lebih sedikit dibanding pria. Ketimpangan ini membuat banyak orang berekspektasi tinggi pada business woman.

Pasalnya, wanita sering diharapkan bisa menjadi seperti pria yang memiliki sikap kompetitif, agresif, dan tegas. Ekspektasi tersebut tentu saja menjadi tantangan besar bagi wanita.

Bagaimana pun, semua orang harus menjadi dirinya sendiri, apalagi dalam memimpin sebuah perusahaan.

#6 Anggapan “terlalu emosional”

Tantangan pemimpin wanita selanjutnya, yaitu selalu sering dianggap terlalu emosional. Wanita dianggap memiliki sifat alami yang terlalu memakai perasaan dan moody.

Hal ini tentu saja menjadi salah satu tantangan bagi wanita. Wanita sering dianggap tidak logis ketika rapat atau mengambil keputusan.

Selain itu, stereotip tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak karyawan, terutama laki-laki, kurang mempercayai atasan wanita.

#7 Anggapan “mentalnya lemah”

Tantangan pemimpin wanita berikutnya yaitu, dianggap lemah. Wanita dianggap tidak tahan banting, takut mengambil risiko, dan mudah down ketika menghadapi masalah.

Padahal, nyatanya gender tidak memiliki hubungan dengan mental, lho. Setiap orang bisa memiliki mental yang kuat, terlepas dari apa pun gendernya.

Itulah tantangan yang mungkin akan kamu hadapi sebagai pemimpin perempuan. Tetapi, tidak perlu memusingkan hal tersebut, percayalah pada dirimu sendiri.

Sekarang, apa kamu sudah siap berjuang untuk menjadi pemimpin perusahaan yang sukses?

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!