Blog

Yuk, Atur Uang Lebih Mudah dan Bijak dengan Prinsip 50-30-20

Mau mengelola keuangan agar lebih baik lagi? Yuk, gunakan prinsip 50-30-20 berikut ini!

Yuk, Atur Uang Lebih Mudah dengan Prinsip 50-30-20

Masih banyak orang yang merasa sulit untuk mengelola keuangan dengan bijak. Hal tersebut menyebabkan penghasilanmu mendadak habis saat pertengahan bulan atau sebelum akhir bulan. Seringkali juga masalah ini menyebabkan stres finansial. Jika kondisi stres finansial tersebut tidak ditangani dengan baik, tentu akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisikmu, lho. Tetapi, tenang saja, kamu bisa belajar untuk mengatur keuangan dengan menggunakan prinsip 50-30-20. Apa sih prinsip 50-30-20 tersebut? Prinsip tersebut dibagi menjadi ke dalam tiga kategori besar, yaitu kebutuhan, keinginan, dan tabungan atau investasi. Simak ulasannya di artikel berikut ini ya!

Baca juga: 4 Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich

#1 50% untuk kebutuhan

Kebutuhan merupakan biaya wajib yang kamu keluarkan untuk bertahan hidup. Untuk itu, kamu harus mengeluarkan 50 persen dari pendapatan bulanan kamu untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal yang termasuk ke dalam kategori kebutuhan yaitu, semua biaya penting harianmu. Mulai dari biaya tempat tinggal (kosan, sewa kontrakan, dll), listrik, makanan, kesehatan, sampai dengan utang.

Contohnya:

Desy memiliki gaji perbulan sebesar Rp5 juta. Kemudian, uang yang wajib Desy keluarkan untuk kebutuhan yaitu:

Rp5.000.000 x 50% = Rp2.500.000 (dua juta limaratus ribu Rupiah)

Baca juga: 5 Langkah Mudah Menentukan Tujuan Keuangan

#2 30% untuk keinginan

Mengelola keuangan bukan berarti kamu tidak boleh bersenang-senang. Menggunakan prinsip 50-30-20 ini, kamu boleh  menggunakan uang untuk bersenang-senang. Tetapi, hanya 30% dari total pendapatanmu. Hal yang termasuk ke dalam kategori ini yaitu, seperti jajan, jalan-jalan, makan di luar, belanja, dan kesenangan lainnya. Tetapi, kamu tidak boleh menggunakan hasil pendapatanmu melebihi 30 persen untuk keinginan.

Contohnya:

Fajri memiliki gaji perbulan sebesar Rp4,5 juta. Kemudian, uang yang boleh dikeluarkan Fajri untuk memenuhi keinginannya yaitu:

Rp4.500.000 x 30% = Rp1.350.000 (satu juga tigaratus limapuluh ribu Rupiah)

#3 20% untuk tabungan atau investasi

Baca juga: Harus Dihindari! 10 Kebiasaan Buruk dalam Mengatur Keuangan

Kamu bisa menyisihkan sekitar 20 persen dari penghasilan bulananmu untuk disimpan sebagai tabungan atau bahkan untuk investasi. Hal yang termasuk ke dalam kategori ini, yaitu tabungan likuid seperti dana darurat, tabungan pensiun, dan investasi lainnya. Para ahli merekomendasikan untuk menyiapkan dana darurat sekitar 3-6 kali pengeluaran bulananmu. Tujuannya, untuk menutupi biaya hidup saat masa darurat.

Contohnya:

Alvin memiliki gaji perbulan sebesar Rp4 juta. Kemudian, uang yang harus disisihkan Alvin untuk menabung atau investasi yaitu:

Rp4.000.000 x 20% = Rp800.000 (delapanratus ribu Rupiah)

Semoga pencatatan & perhitungan pengeluaran bulanan menggunakan prinsip di atas bisa membantumu mengelola keuangan lebih baik lagi. Selain itu, semoga kamu bisa terhindar dari stres finansial. Semoga berhasil dan selamat mencoba!

 

Simak juga:

https://gajigesa.com/gaya-hidup-hemat/

Tingkatkan Produktivitas Karyawanmu dengan Mengatasi Stres Finansialnya Bersama GajiGesa!